DAMPAK KOEFISIEN DEPRISIASI TERHADAP INTENSITAS PENCAHAYAAN BUATAN

Main Article Content

Hendi matalata
Leily W Johar
Didik Yulianto
Syafriyudin abu bakar

Abstract

Dalam mengoptimalkan kenyamanan dan produktifitas penghuni bangunan gedung perlu direncanakan sistem pencahayaan buatan apabila sistem pencahayaan alami tidak mencukupi atau tidak mencapai tingkat pencahayaan minimal yang dipersyaratkan. Pada sistem pencahayaan buatan perlu memperhatikan faktor koefisien deprisiasi (Kd) yang disebabkan debu kurangnya ventilasi, jamur dan lainya sehingga mengakibatkan pengotoran armatur dan ruang selama masa penggunaan, jika tingkat pengotoran tidak ditentukan maka digunakan faktor koefisien depresiasinya (Kd) 0,8. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan pencahayaan buatan bangunan fungsi hunian dengan mempertimbangkan konfigurasi sistem pencahayaan akan kebutuhan intensitas pencahayaan, densitas daya lampu dan dampak faktor keofisien depresiasi setiap fungsi ruang. Hasil perhitungan simulasi dialux menunjukan terjadi penurunan tingkat pencahayaan dampak dari faktor keofisien depresiasi jika tidak dibersihkan selama 1 tahun dan 2 tahun penggunaan lampu yaitu masing - masing sebesar R.T 1 (21,1 lux), R.K (28,7 lux), R.T 2 (22,4 lux), K.M (38,7 lux). Dan jika dibersihkan terjadi penurunan tingkat pencahayaan masing - masing sebesar R.T 1 (10,5 lux), R.K (10,9 lux), R.T 2 (11.2 lux), K.M (19 lux).  Agar tidak terjadi penurunan tingkat pencahayaan lampu maka dilakukan pembersihan dalam setiap tahun pada area armatur lampu dan langit langit rumah

Article Details

How to Cite
matalata, H., Leily W Johar, Didik Yulianto, & Syafriyudin abu bakar. (2025). DAMPAK KOEFISIEN DEPRISIASI TERHADAP INTENSITAS PENCAHAYAAN BUATAN. Jurnal Andalas: Rekayasa Dan Penerapan Teknologi, 5(2), 79–86. https://doi.org/10.25077/jarpet.v5i2.129
Section
Articles

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.